Cikal Bakal Peringatan Hari Ibu

Cikal Bakal Peringatan Hari Ibu

imagesCikal Bakal Peringatan Hari Ibu

Mayoritas negara-negara yang merayakan hari ibu melakukannya pada hari minggu kedua bulan Mei, Indonesia sendiri merayakannya setiap tanggal 22 Desember. Praktek tradisional menghormati kaum ibu berakar di zaman kuno. Ritual kuno pada masa lampau memiliki nuansa simbolis dan spiritual yang kuat, dan masyarakatnya lebih cenderung untuk merayakan Dewi dan simbol keibuan, bukan Ibu yang sebenarnya.

Hari ibu yang bersifat pribadi dan berorientasi untuk keluarga adalah fenomena yang relatif baru. Salah satu catatan sejarah terawal dimana manusia merayakan figur dewi ibu dapat ditemukan pada peradaban Mesir kuno yang mengadakan festival tahunan untuk menghormati dewi Isis. Meskipun dewi asing, perayaan untuk Isis juga diadakan di kuil Romawi.

Festival Isis digunakan oleh orang Romawi untuk memperingati pertempuran penting dan menandai awal musim dingin. Perayaan berlangsung selama tiga hari, sebagian besar acara berpusat di sekitar penari perempuan, musisi dan penyanyi. Tapi yang paling menjadi dasar bagi peringatan hari ibu di Eropa mungkin adalah dua dewi ibu lainnya, Cybele dari Frigia di Anatolia kuno (Turki modern), dan Rhea dari Yunani.

Rhea adalah seorang dewi yang dikatakan sebagai ibu dari para dewa dan dewi Olimpia. Peringatan hari ibu di zaman sekarang sudah bukan lagi merupakan sebuah ritual yang bersifat relijius, melainkan sebuah bentuk apresiasi atas segala jasa-jasa seorang ibu.




© 2020 Prestisa